fhany's blogsphere

not perfect, but limited edition ! Always try to be incredible !!!

bila kecantol mantan kekasih TEMAN

Mungkin Anda termasuk orang yang tidak ragu berganti-ganti pasangan untuk menemukan calon yang sesuai dengan kriteria Anda. Akhirnya, Anda sudah menemukan pria yang sempurna seperti yang Anda cari selama ini. Sayangnya, pria itu pernah menjadi kekasih teman Anda. Meskipun status mereka sudah mantan, sebaiknya hubungan Anda yang baru ini dilanjutkan atau tidak? Bagaimana pula aturannya?

Jennifer Oikle, PhD, seorang psikolog hubungan, mengatakan ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum menjalin hubungan dengan seorang mantan dari teman Anda. Aturan nomor satu, menurutnya, adalah menghargai perasaan teman Anda.

“Pria bisa datang dan pergi, tetapi persahabatan berakar pada kepercayaan. Jadi apakah menjalin hubungan dengan mantannya teman Anda ini baik atau tidak, semuanya tergantung pada hubungan Anda dengan teman Anda, dan bagaimana perasaannya tentang hal itu,” papar perempuan yang juga pendiri situs MySoulmateSolution.com ini.

Pertama, tanyakan pada diri Anda bagaimana hubungan pria ini dengan teman Anda di masa lalu. Apakah mereka hubungan mereka tergolong kencan sesaat, atau mereka telah merencanakan pernikahan? Juga tanyakan pada diri Anda, seberapa besar ketertarikan Anda pada pria tersebut. Apakah hanya untuk bersenang-senang, ataukah untuk sebuah hubungan yang serius?

Selanjutnya, berbicaralah dengan teman Anda, dan biarkan dia tahu niat Anda. Dr Oikle mengatakan, jika ia hanya teman biasa, Anda bisa memberitahukan bahwa Anda berencana untuk berkencan dengan mantan kekasihnya. Namun bila ia seorang teman dekat, ia tentu membutuhkan penjelasan yang lebih detail.

“Jika Anda berdua adalah teman baik, maka izin harus diperoleh karena Anda sudah memiliki hubungan yang nyata dengan dia. Sedangkan dengan pria ini Anda baru berharap untuk bisa menjalin hubungan. Jadi, hubungan pertama harus didahulukan. Hormatilah teman Anda,” katanya.

Dengan meminta izin, Anda harus bersiap dengan jawaban tidak setuju, atau penolakan dari teman Anda. Ada banyak orang yang menganggap tidak pantas bila seorang teman memutuskan untuk menjalin hubungan dengan mantan kekasih sahabatnya sendiri. Namun ada juga yang menganggap hal itu boleh-boleh saja, karena toh mereka sudah tidak lagi berhubungan. Sedangkan sebagian orang yang lain mungkin akan menyetujui hubungan semacam ini, tergantung pada situasinya.

Dalam kondisi apapun, hindari godaan untuk menjalin hubungan backstreet. Bukan dari orangtua Anda, tetapi dari si teman. “Karena teman selalu akan mengetahui, dan perasaan dikhianati selalu lebih buruk dan lebih sulit baginya untuk memaafkan dan melupakan hal ini, daripada apapun yang pernah terjadi di antara mereka,” tegas Oikle.

Menurutnya, si teman mungkin sudah mengizinkan Anda berkencan dengan mantannya, tetapi mungkin tidak dapat memaafkan ketidakjujuran Anda. Bagaimanapun juga, akan ada perubahan tingkat kepercayaan dan penghargaan dalam hubungan Anda.

Meskipun begitu, mendapatkan persetujuan atau tidak sebenarnya mungkin hanya soal waktu, sampai teman Anda benar-benar sudah melupakan dengan mantannya. Ketika ia dapat memikirkan dan membicarakan mantannya tanpa jadi emosional, itu tandanya teman Anda sudah ilfil dengan mantannya. Jika ia masih menyimpan amarah, artinya ia masih memiliki perasaan khusus pada mantannya.

“Akan terlalu menyakitkan untuk melanjutkan persahabatan jika Anda memutuskan untuk jalan terus, bahkan jika si teman sudah memberikan izinnya bagi Anda,” kata Oikle.

Satu hal yang perlu diingat, putus hubungan selalu mengalami pasang-surut. Artinya, Anda bisa merasakan sakit hati pada satu hari, dan baik-baik saja di hari lainnya.

“Yang paling penting adalah untuk tetap peka terhadap teman Anda, dan tetap berempati terhadap perasaannya. Anda mungkin tidak salah, tapi Anda masih bisa menawarkan dukungan untuknya,” katanya. Anda bisa meminta teman untuk mengatakan apa yang dibutuhkannya agar merasa lebih baik. Kemudian, apa yang Anda butuhkan agar Anda sendiri merasa lebih baik. Setelah itu cari batas-batas yang Anda sepakati bersama.

Bagaimana jika teman Anda meminta Anda untuk memilih, antara dia atau mantannya?

Bila hal ini terjadi, Anda harus memberitahukannya bahwa Anda tidak ingin memilih, bahwa memilih bukanlah keputusan terbaik. Tetapi akhirnya Anda mungkin harus melakukannya. “Hati Anda akan memberitahu apa yang harus Anda lakukan, tergantung pada tingkat persahabatan Anda dan potensi hubungan Anda dengan pria ini, “kata Dr Oikle. “Mungkin Anda akan kehilangan seorang sahabat apabila berkencan dengan mantannya. Tetapi mungkin juga tidak.”

Sumber: GALTime

Oktober 22, 2010 - Posted by | Tak Berkategori

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: