fhany's blogsphere

not perfect, but limited edition ! Always try to be incredible !!!

Begini Alur Stres Membuat Kita Gemuk

Kebanyakan kita akan hidup dalam tekanan dan stres. Sayangnya, bagaimana cara kita menghadapi stres itu sendiri bisa menimbulkan lemak-lemak yang tak diinginkan pada tubuh. Meski Anda sudah makan dengan sehat dan berolahraga, stres kronis bisa membuat tubuh Anda menimbun lemak.

Tubuh kita merespons pada segala bentuk stres, baik fisik maupun psikologis dengan cara yang sama. Jadi, setiap kali Anda mengalami stres, otak kita akan bertindak seakan ada bahaya fisik dan menginstruksikan pelepasan hormon yang kuat. Anda akan merasakan aliran adrenalin yang menyerap energi yang tersimpan hingga Anda bisa berkelahi atau lari kencang dari masalah. Di saat bersamaan, Anda akan mendapat aliran kortisol, yang mengatakan pada tubuh bahwa Anda butuh penggantian energi meski Anda sebenarnya tidak membakar banyak kalori saat sedang stres tadi. Ini bisa membuat Anda merasa sangat lapar. Tubuh akan terus memompa kortisol selama stres masih berlangsung.

“Kita cenderung akan ingin makan yang manis-manis, asin, dan tinggi lemak, karena hal-hal ini menstimulasi otak untuk mengeluarkan zat kimia yang meredakan tekanan,” jelas Elissa Epel, PhD, periset dari University of California. Efek menenangkan ini sifatnya adiktif. Jadi, tiap kali Anda merasa khawatir, Anda akan ingin meraih makanan berlemak.

Saat kelenjar adrenal memompa kortisol, produksi hormon pembentuk otot, testosteron akan berkurang. Seiring waktu, pengurangan ini akan mengakibatkan penurunan massa otot, hingga Anda jadi sulit membakar kalori. Hal ini juga akan berlaku alami saat tubuh mulai menua, tetapi level kortisol yang tinggi mempercepat prosesnya. Kortisol juga membuat tubuh makin menyimpan lemak, khususnya lemak viseral, yang sangat berbahaya, karena akan mengelilingi organ-organ vital, serta melepaskan asam lemak ke dalam darah, meningkatkan kolesterol, serta meningkatkan level insulin yang mengukuhkan tubuh berisiko terkena penyakit jantung dan diabetes. Kendalikan stres Anda agar level kortisol Anda tetap terjaga demi kesehatan Anda.
Sumber: Prevention

Januari 20, 2011 - Posted by | kesehatan, Psikologi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: